Syafrawi, S.H. (Wasekjen DPN PERADI sekaligus Ketua DPC PERADI Madura Raya): Hari Buruh Momentum Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja
Nasional

Syafrawi, S.H. (Wasekjen DPN PERADI sekaligus Ketua DPC PERADI Madura Raya): Hari Buruh Momentum Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

May 01, 2026 3 min read
CMS Profile
Published on May 01, 2026
Last updated: May 01, 2026
Syafrawi, S.H. (Wasekjen DPN PERADI sekaligus Ketua DPC PERADI Madura Raya): Hari Buruh Momentum Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Syafrawi, S.H. (Wasekjen DPN PERADI sekaligus Ketua DPC PERADI Madura Raya): Hari Buruh Momentum Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Buruh Tulang Punggung Pembangunan Nasional.

PAMEKASAN, 1 MEI 2026 – Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Jumat (1/5/2026) dimaknai sebagai momen strategis untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya sekaligus memperkuat komitmen perlindungan hukum dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia. Pemahaman ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Madura Raya, Syafrawi, S.H., dalam pernyataan resminya.

 

Menurutnya, keberadaan kaum buruh memegang peran yang sangat sentral dan tidak tergantikan dalam menopang laju pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pekerja bukan sekadar komponen dalam sistem ekonomi, melainkan menjadi motor penggerak utama yang menjamin roda pembangunan di berbagai sektor terus berjalan secara berkelanjutan. Kontribusi nyata mereka dapat dirasakan di seluruh lini kehidupan, mulai dari sektor industri, jasa, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur yang menjadi fondasi utama kemajuan dan kestabilan bangsa.

 

“Setiap capaian dan kemajuan pembangunan yang kita rasakan dan nikmati bersama hari ini, tidak akan pernah terwujud dan tidak bisa dilepaskan dari kerja keras, dedikasi tinggi, serta ketangguhan luar biasa yang ditunjukkan oleh para buruh. Mereka adalah kekuatan utama yang sering kali bekerja di balik layar dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab, namun dampak serta manfaatnya sangat besar dan terasa nyata bagi kemajuan dan kejayaan negara,” tegas Syafrawi.

 

Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Momen Refleksi Bersama

 

Lebih lanjut ia menilai, peringatan Hari Buruh seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang berlalu begitu saja, melainkan dijadikan momentum refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Baik pemerintah, pelaku usaha, maupun penegak hukum diharapkan dapat duduk bersama, mengevaluasi, dan memastikan agar hak-hak pekerja benar-benar terlindungi secara adil, merata, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

 

Dalam konteks tersebut, Syafrawi menekankan peran strategis advokat sebagai bagian tak terpisahkan dari pilar penegakan hukum nasional. Menurutnya, para advokat memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk turut serta mengawal kebijakan serta memperjuangkan keadilan bagi para pekerja, terlebih dalam menangani berbagai persoalan ketenagakerjaan yang hingga saat ini masih kerap dijumpai di lapangan.

 

“PERADI sebagai wadah organisasi profesi advokat mendorong seluruh anggotanya untuk mengambil peran aktif. Mulai dari memberikan pendampingan hukum saat terjadi sengketa, penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman hak dan kewajiban, hingga melakukan advokasi kebijakan yang berpihak pada perlindungan pekerja. Langkah ini sangat penting demi terciptanya kepastian hukum yang benar-benar berkeadilan dan dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.

 

Keseimbangan Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan Sosial

 

Selain aspek hukum, ia juga menyoroti perlunya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Pembangunan yang hanya berorientasi pada peningkatan angka ekonomi semata tanpa disertai perhatian serius terhadap kesejahteraan para pekerja, dinilai berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial yang lebih luas di masa mendatang.

 

Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak terkait untuk bersinergi membangun sistem ketenagakerjaan yang inklusif dan adil. Sistem tersebut diharapkan mampu menjamin perlindungan hak buruh, namun tetap memberi ruang bagi dunia usaha untuk berkembang secara berkelanjutan. “Momentum Hari Buruh harus menjadi pengingat bersama bahwa kesejahteraan pekerja adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa. Tidak boleh ada pertumbuhan ekonomi yang meninggalkan keadilan sosial di belakangnya,” imbuhnya.

 

Di akhir pernyataannya, Syafrawi menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja di Indonesia atas pengabdian dan kontribusi nyata yang telah mereka berikan bagi kemajuan daerah maupun negara.

 

“Selamat Hari Buruh. Mari kita terus bergandengan tangan memperjuangkan keseimbangan yang harmonis antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial demi terwujudnya kehidupan yang sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(red)

Related Articles